Pernahkah kamu merasakan ngilu saat minum es atau saat ada makanan yang nyelip di gigi yang berlubang? Wah, itu tandanya kamu harus segera cek ke dokter gigi, nih. Salah satu solusi paling populer untuk mengatasi gigi yang berlubang adalah dengan prosedur tumpatan gigi. Langkah ini bertujuan untuk menyempurnakan fungsi dan bentuk gigi yang sudah rusak karena karies atau patah, sehingga kamu bisa kembali makan dan tersenyum dengan percaya diri.
Masalah lubang di gigi ini memang tidak bisa anggap sepele. Kalau dibiarkan, lubang kecil bisa berubah jadi lubang yang semakin besar dan menyebabkan rasa sakit yang luar biasa hingga bengkak sampai ke pipi. Itulah mengapa, melakukan perawatan lebih awal sangat disarankan sebelum kerusakan semakin parah bahkan mencapai saraf gigi yang lebih dalam.
Secara ilmu kedokteran, tumpatan gigi adalah proses mengisi bagian gigi yang berlubang setelah jaringan yang busuk dibersihkan. Dengan bahan dan alat yang tepat, gigi kamu akan kembali kuat dan terlindungi dari bakteri yang menyebabkan penyakit di gigi maupun mulut. Nah, di artikel kali ini, Opal Dental akan membahas secara tuntas jenis-jenis bahannya dan bagaimana cara mencegahnya agar gigi kamu tetap sehat dan terhindar dari bakteri jahat.
Daftar Jenis - Jenis Bahan Tumpatan Gigi
Dunia medis semakin cepat berkembang, begitu juga dengan pilihan bahan yang bisa kamu gunakan untuk menambal gigi. Dokter gigi biasanya akan menyarankan bahan tertentu sesuai dengan posisi gigi yang rusak, kekuatan beban saat mengunyah, hingga faktor estetika (warna). Berikut adalah beberapa jenis tumpatan yang paling paling banyak digunakan:
1. Resin Komposit (Tumpatan Warna Gigi)
Resin komposit adalah pilihan favorit anak muda terutama Gen Z. Karena bahan yang terbuat dari campuran plastik dan partikel kaca halus sehingga warnanya bisa disesuaikan mirip dengan warna gigi aslinya. Jadi, orang lain tidak akan sadar kalau gigimu sudah selesai ditambal. Sangat cocok dipasang pada gigi depan maupun gigi belakang yang kerusakannya masih tergolong belum parah.
2. Semen Lonomer Kaca (GIC)
Bahan yang kedua ini sering digunakan pada anak-anak atau lubang gigi yang berada di dekat gusi. Keunggulan utamanya adalah bahan tersbebut mengandung fluoride yang bisa dilepaskan secara perlahan, efeknya adalah dapat membantu mencegah munculnya lubang baru di titik yang sama.
3. Amalgam (Tambalan Perak)
Bahan yang terakhir ini sudah mulai jarang digunakan karena estetika yaitu warna perak yang mencolok, amalgam dipilih karena bahannya yang sangat kuat dan tahan lama, terutama untuk menahan beban kunyah yang cukup berat di gigi geraham bagian bawah.
Jika kamu merasa gigi yang berlubang sudah mulai tidak nyaman untuk digunakan untuk mengunyah, sebaiknya jangan ditunda lagi. Kamu bisa mencari tambal gigi yang berkualitas agar kerusakannya tidak semakin parah. Semakin cepat kamu menangani masalah gigi yang berlubang ini, biayanya pun juga akan lebih terjangkau.
Alasan Mengapa Gigi Anda Perlu Tumpatan Gigi
Mungkin kamu selalu bertanya-tanya, "Emang nggak bisa ya gigi sembuh sendiri?". Jawabannya adalah TIDAK, jaringan gigi menjadi satu-satunya bagian tubuh yang tidak bisa memperbaiki diri sendiri atau meregenerasi sel secara mandiri setelah terbentuk lubang.
Proses tumpatan gigi yang dilakukan ini sebagai utama untuk mengatasi gigi yang berlubang. Fungsinya bukan cuma buat bergaya saja, tapi untuk menutup lubang dan melindungi dari bakteri ke dalam pulpa (saraf gigi). Jika bakteri dapat masuk ke saraf, kamu mungkin perlu melakukan perawatan saluran akar yang prosesnya lebih lama dan dengan biaya yang lebih mahal.
Selain karena lubang atau yang biasa disebut dengan karies, tindakan ini juga diperlukan untuk seseorang yang giginya keropos karena kebiasaan menggertakan gigi (bruxism) atau bagi seseorang yang giginya mengalami retakan kecil akibat benturan.
Cara Mengatasi Kerusakan Gigi atau Gigi Berlubang
Meskipun teknologi kedokteran gigi saat ini sudah super modern, prinsip "mencegah lebih baik daripada mengobati" tetap bisa kamu terapkan. Pastinya kamu lebih memiliki gigi yang utuh dan asli tanpa tambalan, bukan? Silahkan kamu simak tips praktis yang bisa kamu lakukan di rumah:
- Sikat Gigi Dua Kali Sehari: Gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride. Pastikan menyikat gigi pagi setelah makan pagi dan sebelum tidur malam, karena di saat tidurlah bakteri paling aktif merusak gigi.
- Gunakan Benang Gigi (Flossing): Sikat gigi saja sebenarnya masih tidak cukup untuk membersihkan sela-sela gigi yang sempit. Flossing dapat membantu mengangkat sisa makanan yang tertinggal di sela gigi tersebut.
- Kurangi Makanan Manis dan Lengket: Gula adalah salah satunya makanan favorit bagi para bakteri untuk menghasilkan asam yang bisa mengikis lapisan pelindung gigi (email).
- Banyak Minum Air Putih: Air putih membantu membersihkan sisa makanan secara alami dan menjaga kelembapan mulut.
Jika Anda merasa sudah saatnya melakukan pemeriksaan rutin, jangan ragu untuk mengunjungi klinik gigi terdekat yang memiliki fasilitas lengkap dan dokter yang komunikatif. Pemeriksaan rutin setiap 6 bulan sekali bisa mendeteksi lubang kecil sebelum Anda merasakan sakit.
Kesimpulan
Menjaga kesehatan mulut merupakan investasi jangka panjang yang menguntungkan untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan. Gigi yang berlubang jangan pernah kamu anggap sebagai masalah yang sepele, karena infeksi pada mulut bisa berdampak pada organ tubuh lainnya.
Dengan memilih jenis tumpatan gigi yang tepat sesuai saran dokter, kamu bisa mempertahankan gigi asli lebih lama dan terhindar dari prosedur pencabutan gigi yang menyakitkan. Lantas, sudahkah kamu mengecek kondisi gigi hari ini? Jangan tunggu sampai nyeri melanda, yuk segera perbaiki kondisi gigi Anda dengan prosedur tumpatan gigi sekarang juga!