Lepasnya tambalan gigi kerap menjadi permasalahan yang dialami banyak orang usai menjalani prosedur perawatan. Walau tampak ringan, kondisi ini bisa menimbulkan rasa sakit, kepekaan berlebih, bahkan membuka peluang terjadinya infeksi jika dibiarkan.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Anda perlu mengetahui terlebih dulu apa yang menjadi penyebabnya sekaligus tanda-tandanya. Dengan begini berbagai kemungkinan terburuk dapat terhindarkan karena sudah tahu sejak awal.
Penyebab Tambalan Gigi Bisa Lepas
Ada berbagai penyebab yang membuat tambalan gigi menjadi kurang tahan lama, bahkan bisa copot tanpa diduga. Kebiasaan menggigit benda keras seperti es batu, permen padat, atau karamel lengket bisa memberikan tekanan berlebihan pada tambalan.
Akibatnya, material tambalan rentan retak, bergeser, hingga akhirnya tanggal dari gigi. Selain faktor-faktor di atas, masih ada sejumlah penyebab lain yang membuat tambalan tersebut mudah terlepas, mari kita bahas secara ringkas dalam poin-poin berikut.
1. Usia Tambalan Sudah Lama
Perlu dipahami bahwa tambalan gigi memiliki usia pakai, bukan bersifat selamanya. Umumnya, tambalan dari resin komposit memiliki daya tahan sekitar 5 hingga 7 tahun, sedangkan bahan amalgam dikenal lebih awet dan bisa bertahan lebih lama. Meski begitu, lama-kelamaan dan karena tekanan rutin saat mengunyah, kekuatan lekat tambalan bisa menurun.
2. Kesalahan Teknis saat Penambalan
Jika gigi dalam kondisi lembab atau tidak sepenuhnya bersih saat tambalan dipasang, risiko kegagalan perekat antara bahan dan permukaan gigi meningkat. Situasi ini umumnya muncul akibat prosedur yang tidak dilakukan dengan ketelitian maksimal.
Gaya Gigitan Tidak Seimbang atau Bruxism
Kebiasaan menggertakkan gigi saat tidur, atau yang dikenal sebagai bruxism, dapat menimbulkan tekanan terus-menerus sehingga berpotensi merusak tambalan bahkan membuatnya tanggal. Ketidakseimbangan posisi gigi saat menggigit pun dapat memusatkan beban pada satu titik, sehingga tambalan lebih mudah tertekan dan rentan lepas.
Karies Sekunder
Munculnya kerusakan pada jaringan gigi di sekitar tambalan lama dapat mengurangi daya cengkeram, yang berujung pada lepasnya tambalan tersebut. Kondisi semacam ini kerap dipicu oleh kebiasaan merawat gigi yang kurang optimal.
Tanda-Tanda Tambalan Gigi Akan Lepas
Waspadai gejala yang menandakan tambalan gigi mulai bermasalah, antara lain:
- Rasa nyeri atau ngilu bisa muncul saat mengunyah, khususnya ketika mengonsumsi makanan bersuhu panas atau dingin.
- Permukaan pada perbaikan ini menjadi tidak rata, terasa kasar, atau terlihat berubah bentuk.
- Rekatan ini terasa goyah atau tidak melekat sempurna saat diraba menggunakan lidah.
- Timbul ketidaknyamanan saat gigi difungsikan untuk mengunyah makanan.
Bila Anda merasakan satu atau lebih tanda tersebut, jangan tunda untuk memeriksakannya ke dokter gigi jogja guna mencegah kerusakan yang lebih parah.
Cara Mencegah Tambalan Gigi Lepas
Meskipun tambalan gigi memiliki masa pakai tertentu, ada sejumlah langkah preventif yang dapat dilakukan agar daya tahannya lebih optimal: Mulai dari menghindari kebiasaan mengunyah makanan keras atau lengket seperti es batu dan permen karamel, terutama di hari-hari awal pasca penambalan.
Tekanan dari jenis makanan ini dapat mempercepat kerusakan tambalan. Bukan hanya itu saja, masih ada beberapa langkah lain bisa Anda lakukan agar permasalahan seperti ini dapat terhindarkan
Jaga Kesehatan Mulut Secara Menyeluruh
Rutin menyikat gigi dua kali sehari dan menggunakan benang gigi akan membantu mencegah pembentukan karies baru di sekitar tambalan. Menjaga kebersihan gigi secara rutin dapat membantu meningkatkan daya tahan tambalan dalam jangka panjang.
Lakukan Pemeriksaan Secara Berkala
Dengan melakukan kontrol setiap enam bulan sekali, dokter gigi dapat memantau kondisi tambalan dan melakukan tindakan sebelum terjadi kerusakan atau lepasnya tambalan secara tiba-tiba.
Gunakan Pelindung Bila Perlu
Jika sering menggertakkan gigi saat tidur (bruxism), memakai pelindung gigi seperti night guard bisa menjadi solusi untuk mengurangi tekanan berlebih sehingga berisiko merusak tambalan.
Sesuaikan Jenis Tambalan dengan Fungsi Gigi
Pemilihan bahan tambalan sebaiknya mempertimbangkan posisi gigi. Untuk bagian geraham atau belakang yang menerima beban kunyah lebih besar, disarankan menggunakan bahan yang lebih kokoh seperti amalgam atau resin berkualitas tinggi.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Tambalan Gigi Lepas?
Jika tambalan Anda terlepas, segera ambil tindakan berikut untuk mencegah kondisi memburuk
- Kumur dengan air hangat guna membersihkan area gigi yang terbuka dari sisa makanan dan kotoran.
- Hindari mengunyah di sisi yang kehilangan tambalan, terutama makanan bertekstur keras atau lengket.
- Bila muncul rasa nyeri, Anda bisa mengkonsumsi obat pereda sakit sesuai anjuran.
- Segeralah menemui dokter gigi untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.
Jangan tunda kunjungan ke klinik gigi Jogja untuk pemeriksaan lebih lanjut, karena gigi tanpa pelindung rentan mengalami infeksi serta kerusakan struktural lebih serius.
Kesimpulan
Ada berbagai penyebab tambalan gigi lepas, mulai dari usianya menua, jenis makanan dikonsumsi, hingga kebiasaan kurang baik seperti menggigit benda keras.
Walaupun terlihat ringan, lepasnya tambalan gigi sebaiknya tidak dianggap enteng, karena dapat menimbulkan masalah lebih serius pada jaringan gigi di sekitarnya.
Bila mengalami hal serupa atau ingin mencari solusi tambalan lebih tahan lama, Opal Dental hadir untuk mendampingi. Dengan tim dokter gigi berpengalaman dan fasilitas modern. Jangan tunggu hingga masalah kecil berkembang jadi besar segera kunjungi Opal Dental, dan rasakan pelayanan terbaik demi senyum sehat yang terjaga!